Motto Pasangan
Capres Prabowo-Hatta dan Capres Jokowi-JK memprioritaskan program ketahanan
pangan dan energi, tetapi kebijakan dan penerapan program kedua pasangan
berbeda.
Capres
Jokowi-JK lebih memilih program energi murah, sedangkan Capres Prabowo-Hatta
memaksimalkan pengolahan minyak mentah di dalam negeri dan pengembangan energi
terbarukan.
“Ketahanan
energi nasional pentingan agar tidak lagi bergantung pada impor bahan bakar
minyak. Ketergantungan impor BBM bisa dipecahkan dengan membangun 2 refinery
baru dan pengembangan renewable energy,” ujar Amir Sambodo, Tim Ekonomi Capres
Prabowo-Hatta dalam diskusi bertema Substansi Debat Capres soal Ekonomi: Fakta
atau Slogan?
Imam Sugema,
Tim Ekonomi Capres Jokowi-JK, menjelaskan lebih memilih energi murah untuk
menciptakan program ketahanan energi nasional.
“Kami memilih
energi murah, dengan memanfaatkan gas. Ini berbeda dengan program Capres
Prabowo-Hatta,” ujarnya dalam kesempatan sama.
Dia
menjelaskan pemanfaatan energi murah berupa gas bisa menghemat pengeluaran PLN
hingga Rp70 triliun per tahun.
PLN,
sambungnya, juga bisa memanfaatkan energy mixed untuk pembangkit listrik,
seperti batu bara dan air, sehingga bisa mengurangi dan menghemat unit cost.
Soal ketahanan
pangan, ujar Amir Sambodo, Prabowo-Hatta akan menambah lahan sawah 2 juta
hektare guna melindungi dan memenuhi kebutuhan pangan kelompok miskin yang
mencapai 29 juta jiwa plus 70 juta jiwa hampir miskin.
“Ini adalah
affirmative action (keberpihakan) kepada golongan miskin dengan memberikan
ketersediaan pangan terjangkau,” tegasnya.
Prabowo
bersama pasangannya Muhammad Hatta Radjasa menurut saya lebih meningkatkan
prioritas dibidang petahanan dan pangan dengan memberikan solusi-solusi dan
strategi-strategi untuk memenangkan pilpres sehingga visi misinya dapat
terwujud.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar