Jumat, 31 Oktober 2014

Ilmu Budaya Dasar

Anisa Alyela
19513947
2PA02

#PINTERNET
  1. Kecanduan Internet (Internet Addiction)
    kecanduan-internet


Kecanduan Internet (Internet Addiction Disorder=IAD) mengacu pada penggunaan Internet yang bermasalah, termasuk beragam aspek dari teknologi Internet yang berkaitan, seperti email dan World Wide Web. Perlu dicatat bahwa kecanduan internet belum tercantum dalam buku pegangan profesional kesehatan mental yaitu: 

Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, edisi keempat (2000) yang dikenal sebagai
DSM-IV. Namun demikian, kecanduan internet telah diakui secara formal sebagai gangguan oleh American Psychological Association

Meskipun kecanduan internet telah mempengaruhi banyak orang, para ahli masih memperdebatkan mengenai terminologi yang tepat untuk gejala tersebut. Namun demikian, dalam 1 dekade terakhir konsep tentang kecanduan internet telah semakin luas diterima sebagai gangguan klinis yang acapkali memerlukan perawatan (treatment ) khusus. Para peneliti masih belum sepakat tentang apakah kecanduan internet merupakan gangguan pada dirinya sendiri atau merupakan symptom dari gangguan yang lain. Ada  juga yang memperdebatkan apakah kecanduan internet harus dikategorikan sebagai gangguan impuls atau gangguan kompulsif-obsesif (obsessive compulsive disorder ) dan bukannya kecanduan biasa. Salah satu gejala (symptom) kecanduan Internet adalah penggunaan waktu yang berlebihan untuk Internet. Seseorang mungkin mengalami kesulitan untuk mengurangi akses terhadap Internet bahkan jika ia diancam sanksi mendapat nilai yang buruk di sekolah atau dikeluarkan dari pekerjaannya. Ada beberapa kasus telah dilaporkan tentang para mahasiswa yang menolak untuk tidak mengakses Internet agar bisa mengikuti kuliah. Gejala-gejala kecanduan lain meliputi antara lain kurang tidur, kelelahan, nilai-nilai yang memburuk, kinerja yang buruk di tempat kerja, apatisme dll. Ada juga kemungkinan berkurangnya investasi untuk hubungan sosial dan aktivitas. Seseorang mungkin berbohong tentang berapa banyak waktu yang digunakannya untuk online atau menyangkal bahwa mereka memiliki masalah. Mereka mungkin menjadi sering marah (irritable) saat tidak online, atau marah kepada siapapun yang menanyakan waktu mereka di Internet.

Gangguan kecanduan internet (Internet Addiction Disorder=IAD), mencakup sejumlah problem kontrol impuls seperti:
 
 a.Kecanduan cybersex (Cybersex Addiction): internet pornography, adult chat rooms, adult fantasy role-play. 

 b.Kecanduan hubungan-cyber (Cyber-Relationship Addiction): kecanduan jejaring sosial, chat, text (sms) atau email  

c.Net Compulsions: game online, judi online, permainan saham online, atau lelang online seperti eBay yang seringkali membawa konsekuensi masalah finansial atau masalah pekerjaan.

 d.Kelebihan Informasi (Information Overload) : selancar online atau pencarian database secara kompulsif 

  e.Kecanduan Komputer: memainkan permainan komputer secara obsesif, seperti Solitaire atau Minesweeper, atau pemrogramn komputer secara obsesif. Yang paling umum dari kecanduan Internet ini adalah cybersex, judi online dan kecanduan hubungan-cyber



 Pradipta Christy Pratiwi, dkk, "Perilaku Adiksi Game Online Ditinjau dari Efikasi Diri Akademik dan Keterampilan Sosial
Sari Dewi Yulianti (2012), "Hubungan Antara Self Control dengan Internet Addiction" ISSN 2252-634X
 Surya, Yuyun W.I. 2002. Pola Konsumsi dan Pengaruh Internet sebagai Media Komunikasi Interaktif pada Remaja (Studi Analisis Persepsi pada Remaja di Kotamadya Surabaya). Surabaya: Lembaga Penelitian Universitas Airlangga. 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar